Tugas AFNEI di Indonesia

Kali ini kami akan berbagi tentang Tugas AFNEI di Indonesia.  AFNEI Adalah Allied Forces Netherlands East Indiers yang bisa diterjemahkan secara harfiah sebagai Pasukan Sekutu Hindia Belanda. Dalam artikel ini, selain membahas tentang Tugas AFNEI  kami juga akan membahas tentang Pengertian AFNEI dan Tujuan AFNEI datang ke Indonesia.

Tugas AFNEI di Indonesia


Pengertian AFNEI

AFNEI merupakan sebuah singkatan dari Allied Forces Netherlands East Indiers. Secara harfiah, Allied Forces Netherlands East Indiers dapat diartikan sebagai Pasukan Sekutu Hindia Belanda. Jadi disini sangat jelas bahwa AFNEI merupakan tentara sekutu yang dikirimkan ke Indonesia setelah perang dunia ke II usai. 

AFNEI adalah sebuah pasukan sekutu yang merupakan bagian dari komando SEAC atau South East Asia Command yang menjalankan tugas di Hindia Belanda atau Indonesia setelah menyerahnya Jepang tanpa syarat kepada sekutu. AFNEI dipimpin oleh oleh seorang Letnan Jenderal yang bernama Sir Philip Christison. 

Tujuan AFNEI

Tujuan utama AFNEI datang ke Indonesia adalah untuk melucuti tentara Jepang yang ada di Indonesia setelah menyerahnya Jepang kepada sekutu pada perang dunia ke II. Setelah melucuti tentara Jepang, AFNEI juga mempunyai tujuan untuk mengembalikan tentara Jepang tersebut kembali ke negara asalnya yaitu negara Jepang.

Tugas AFNEI di Indonesia


Sebelum kita membahas tentang Tugas AFNEI di Indonesia kita akan sedikit mengulas tentang sejarah dari AFNEI.

Di Sumatera, pasukan AFNEI yang bertugas adalah pasukan Divisi India ke-26 dan datang pada 10 Oktober hingga 5 November 1945. Sumatera ini merupakan salah satu wilayah yang penting bagi sekutu karena di sana ada sekitar 70.000 orang Jepang dan diperkirakan 21.000 orang APWI (Allied Prisoners of War and Internees) ada di sana. Ketika AFNEI datang di Sumatera telah terbentuk pemerintahan Sumatera di bawah Bendera Merah Putih Republik Indonesia, TKR (Tentara Keamanan Rakyat), dan KNI (Komite Nasional Indonesia).  

Pasukan ini hanya terkonsentrasi di wilayahwilayah yang penting di Sumatera, yaitu Medan, kota yang pernah menjadi kota pusat pemerintahan pada masa pemerintahan Belanda yang menjadi markas dari 2nd Imperial Guards Division (Divisi pengawal kerajaan ke-2); Padang dan Ford de Kock (Bukit Tinggi), pasukan ke-25 (25th Army) di bawah komando Lenan Jendral M. Tanabe yang bermarkas di Bukit Tinggi dan pasukan 25th Independent Mixed Brigade (brigade independen campuran ke-25) di pantai barat di utara Padang; dan juga Palembang yang terkenal dengan dekat dengan ladang minyak yang juga menjadi basis dari 9th Air Division (Divisi Udara ke-9) di Selatan Palembang. 

Selama kurun waktu 15 Agustus 1945 hingga 30 November 1946, AFNEI memainkan peran yang sangat penting di Indonesia dalam melaksanakan tugas dari SEAC. Tetapi, di Indonesia ada 4 pihak yang saling memperjuangkan kepentingannya. Negara dan Bangsa Indonesia yang ingin mempertahankan kemerdekaan yang telah diproklamasikan, Inggris yang ingin melaksanakan tugasnya dengan baik, Belanda yang ingin mengambil kembali Indonesia sebagai negara jajahannya, dan Jepang yang sewenang-wenang tetap ingin menguasai Sematera. Untuk itu, saya tertarik untuk menyusun skripsi  ini guna memperkaya pengetahuan saya dan juga memperkaya pengetahuan masyarakat mengenai Sejarah Indonesia, khususnya mengenai Pasukan Inggris di Indonesia terutama di Sumatera. selain itu, penulisan mengenai Sumatera pasca proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia juga masih sedikit.  

Untuk melaksanakan isi Perjanjian Potsdam, maka pihak SWPAC di bawah Lord Louis Mountbatten di Singapura segera mengatur pendaratan tentara Sekutu di Indonesia. Kemudian pada tanggal 16 September 1945, wakil Mountbatten, yakni Laksamana Muda WR Patterson dengan menumpang Kapal Cumberland, mendarat di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Di dalam rombongan Laksamana Muda WR Patterson tersebut ternyata juga ada seorang Belanda yang mewakili Pemimpin NICA yaitu H.J. Van Mook. Orang Belanda tersebut bernama Van Der Plass.

Setelah melakukan tugasnya untuk mengumpulkan informasi dan segala persiapan dipandang sudah cukup, maka kemudian Lord Louis Mountbatten membentuk sebuah pasukan komando khusus yang diberi nama AFNEI atau Allied Forces Netherlands East Indiers. Pasukan Komando Khusus ini dipimpin oleh Letnan Jenderal Sir Philip Christison. AFNEI tergabung di dalam pasukan tentara Inggris yang berkebangsaan India yaitu pasukan Gurkha.

Tugas AFNEI di Indonesia adalah sebagai berikut. 
  1. menerima penyerahan kekuasaan tentara Jepang tanpa syarat.
  2. bmembebaskan para tawanan perang dan interniran Sekutu;
  3. melucuti dan mengumpulkan orang-orang Jepang untuk dipulangkan ke negerinya;
  4. menegakkan dan mempertahankan keadaan damai, menciptakan ketertiban, dan keamanan, untuk kemudian diserahkan kepada pemerintahan sipil; dan
  5. mengumpulkan keterangan tentang penjahat perang untuk kemudian diadili sesuai hukum yang berlaku.


Pasukan Sekutu yang tergabung dalam pasukan AFNEI mendarat di Jakarta pada tanggal 29 September 1945. Kekuatan pasukan AFNEI dibagi menjadi 3 divisi, yaitu sebagai berikut. 
  1. Divisi India 23 di bawah pimpinan Jenderal D.C Hawthorn bertugas di Jawa bagian barat dan berpusat di Jakarta.
  2. Divisi India 5 di bawah komando Jenderal E.C Mansergh bertugas di Jawa bagian timur dan berpusat di Surabaya.
  3. Divisi India 26 di bawah komando Jenderal H.M Chambers, bertugas di Sumatra, pusatnya ada di Medan.


Seperti yang kita ketahui bersama bahwa kedatangan tentara AFNEI ini diboncengi oleh NICA yang berkeinginan untuk menegakkan kembali kekuasaannya di Indonesia. Hal ini menimbulkan kecurigaan terhadap Sekutu dan bersikap anti Belanda. Sementara itu, Christison sebagai pemimpin AFNEI menyadari bahwa untuk menjalankan tugasnya tidak mungkin tanpa bantuan pemerintah RI. Oleh karena itu, Christison bersedia berunding dengan pemerintah Indonesia. Dan Selanjutnya pada tanggal 1 Oktober 1945, Christison mengeluarkan pernyataan pengakuan secara de facto tentang negara Indonesia. Namun, dalam kenyataannya pernyataan tersebut banyak dilanggarnya.

Demikianlah artikel tentang Tugas AFNEI di Indonesia, Pengertian AFNEI dan Tujuan AFNEI serta sejarah singkat AFNEI di Indonesia. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semuanya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel