Tugas dan Fungsi Bapedal

Tugas dan fungsi Bapedal diatur dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2000 Tentang Badan Pengendalian Dampak Lingkungan. Bapedal adalah Kependekan dari Badan Pengendalian Dampak Lingkungan. Bapedal adalah Lembaga Pemerintah Non-Departemen yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden.

Tugas dan Fungsi Bapedal

Tugas Bapedal


Dalam Pasal 2 Keppres Nomor 10 Tahun 2000 Tentang Badan Pengendalian Dampak Lingkungan disebutkan bahwa tugas bapedal adalah menyelenggarakan tugas umum pemerintahan dan pembangunan di bidang pengendalian dampak lingkungan hidup yang meliputi pencegahan dan penanggulangan pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup serta pemulihan kualitas lingkungan hidup dalam penyusunan kebijakan teknis dan program pengendalian dampak lingkungan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Fungsi Bapedal


Dalam Pasal 3 Keppres Nomor 10 Tahun 2000 Tentang Badan Pengendalian Dampak Lingkungan disebutkan bahwa Bapedal mempunyai fungsi sebagai berikut:
  1. pengkajian dan penyusunan kebijakan teknis nasional di bidang pengendalian dampak lingkungan;
  2. penetapan kebijakan teknis di bidang pengendalian dampak lingkungan sesuai dengan kebijakan umum yang ditetapkan Presiden dan pedoman yang ditetapkan Menteri Negara Lingkungan Hidup serta peraturan perundang-undangan yang berlaku;
  3. pengkoordinasian kegiatan fungsional dalam pelaksanaan tugas Bapedal termasuk kerja sama luar negeri di bidang pengendalian dampak lingkungan;
  4. penguatan dan pemfasilitasian kegiatan masyarakat dan pemerintah di daerah di bidang pengendalian dampak lingkungan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
  5. peningkatan kapasitas kelembagaan, sumber daya manusia, peran serta seluruh mitra lingkungan dalam pengendalian dampak lingkungan dan peningkatan secara sukarela perangkat manajemen serta alternatif teknologi yang berorientasi ramah lingkungan;
  6. pencegahan dan penanggulangan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan serta pemulihan kualitas lingkungan hidup;
  7. pemantauan, pemeriksaan, pembimbingan, dan evaluasi teknis pengelolaan limbah dan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3);
  8. pengawasan, penaatan hukum, dan penyelesaian sengketa lingkungan;
  9. pengembangan sistem dan layanan informasi serta hubungan masyarakat dalam rangka pelaksanaan pengendalian dampak lingkungan;
  10. perencanaan, pengembangan, dan pembangunan jejaring kerja dengan berbagai mitra lingkungan untuk meningkatkan kepedulian lingkungan melalui pendidikan dan pelatihan lingkungan hidup;
  11. pengembangan kesiagaan dan tanggap darurat terhadap bencana lingkungan, sarana pengendalian dampak lingkungan, dan sumber daya manusia di bidang pengendalian dampak lingkungan;
  12. pemantauan, pemeriksaan, dan pengawasan dalam rangka pengendalian dampak lingkungan.

Uraian Tugas Bapedal

Tugas Kepala Bapedal


Dalam Pasal 5 Keppres Nomor 10 Tahun 2000 Tentang Badan Pengendalian Dampak Lingkungan disebutkan bahwa Tugas Kepala Bapedal adalah Sebagai berikut:
 
  1. memimpin Bapedal sesuai dengan tugas dan fungsi yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
  2. menetapkan kebijakan teknis di bidang pengendalian dampak lingkungan;
  3. melaksanakan koordinasi dan kerja sama dengan pihak-pihak yang terkait (stakeholders) di bidang pengendalian dampak lingkungan;
  4. memberdayakan instansi dan aparatur Bapedal agar memiliki kredibilitas dan akuntabilitas.
 

Tugas dan Fungsi Sekretariat Utama

Sekretariat Utama yang dipimpin oleh seorang sekretaris utama adalah unsur pimpinan Bapedal yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bapedal

Tugas Sekretariat Utama

Dalam Pasal 7 Keppres Nomor 10 Tahun 2000 Tentang Badan Pengendalian Dampak Lingkungan disebutkan bahwa sekretaris utama memiliki tugas untuk mengkoordinasikan kegiatan dan menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administrasi bagi seluruh unit organisasi di lingkungan Bapedal.
 

Fungsi Sekretaris Utama

Dalam Pasal 8 Keppres Nomor 10 Tahun 2000 Tentang Badan Pengendalian Dampak Lingkungan disebutkan bahwa sekretaris utama memiliki fungsi sebagai berikut:
 
  1. pengkoordinasian, sinkronisasi, dan integrasi kegiatan di lingkungan Bapedal;
  2. pengkoordinasian perencanaan dan perumusan kebijakan teknis Bapedal;
  3. pengkoordinasian penyusunan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan tugas Bapedal;
  4. pengkoordinasian kerja sama luar negeri di bidang pengendalian dampak lingkungan;
  5. pembinaan dan pelayanan administrasi, ketatausahaan, organisasi dan tata laksana, kepegawaian, keuangan, perlengkapan, dan rumah tangga;
  6. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala sesuai dengan bidang tugasnya.
 

Tugas dan Fungsi Deputi Bidang Peningkatan Kapasitas Kelembagaan, Sumber Daya Manusia, dan Mitra  Lingkungan


Deputi Bidang Peningkatan Kelembagaan, Sumber Daya Manusia, dan Mitra Lingkungan, disebut sebagai Deputi I merupakan unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Bapedal yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bapedal.
 

Tugas Deputi Bidang Peningkatan Kapasitas Kelembagaan, Sumber Daya Manusia, dan Mitra  Lingkungan

Dalam pasal 10 Keppres Nomor 10 Tahun 2000 Tentang Badan Pengendalian Dampak Lingkungan disebutkan bahwa Deputi Bidang Peningkatan Kapasitas Kelembagaan, Sumber Daya Manusia, dan Mitra  Lingkungan mempunyai tugas untuk membantu Kepala dalam menyelenggara-kan koordinasi peningkatan kapasitas kelembagaan, pengembangan sumber daya manusia, serta pengembangan mitra lingkungan dalam rangka meningkatkan kepedulian masyarakat dalam pengendalian dampak lingkungan.
 

Fungsi Deputi Bidang Peningkatan Kapasitas Kelembagaan, Sumber Daya Manusia, dan Mitra  Lingkungan


Dalam Pasal 11 Keppres Nomor 10 Tahun 2000 Tentang Badan Pengendalian Dampak Lingkungan disebutkan bahwa fungsi Deputi Bidang Peningkatan Kapasitas Kelembagaan, Sumber Daya Manusia, dan Mitra  Lingkungan adalah sebagai berikut:
 
  1. perumusan kebijakan teknis di bidang kelembagaan, sumber daya manusia, dan mitra lingkungan dalam rangka pengendalian dampak lingkungan;
  2. pelaksanaan peningkatan kapasitas kelembagaan, sumber daya manusia dan mitra lingkungan dalam rangka pengembangan program pengendalian dampak lingkungan;
  3. peningkatan peran mitra lingkungan dalam rangka peningkatan kepedulian masyarakat dalam pengendalian dampak lingkungan;
  4. pelaksanaan tugas lain yang ditetapkan Kepala sesuai dengan bidang tugasnya.
 

Tugas dan Fungsi Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan


Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan disebut juga sebagai Deputi II, merupakan unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Bapedal yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bapedal.
 

Tugas Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan

Dalam Pasal 13 Keppres Nomor 10 Tahun 2000 Tentang Bapedal disebutkan bahwa Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan mempunyai tugas membantu Kepala dalam menyelenggara-kan pengendalian pencemaran air dan udara serta pengelolaan limbah dan bahan berbahaya dan beracun.

Fungsi Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan

Dalam Pasal 14 Keppres Nomor 10 Tahun 2000 Tentang Bapedal disebutkan bahwa Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan mempunyai fungsi-fungsi sebagai berikut:
  1. perumusan kebijakan di bidang pengendalian pencemaran air dan udara, pengelolaan limbah dan B3 dan pemulihan kualitas lingkungan hidup;
  2. pelaksanaan pengendalian, pemantauan, pengawasan, dan evaluasi terhadap pencemaran lingkungan hidup sebagai akibat kegiatan tertentu yang berupa pencemaran air, udara, serta pengelolaan limbah dan B3;
  3. pengkoordinasian pelaksanaan pengendalian pencemaran lingkungan hidup serta pengelolaan limbah dan B3;
  4. pelaksanaan tugas lain yang ditetapkan Kepala sesuai dengan bidang tugasnya. 

 

Tugas dan Fungsi Deputi Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan


Deputi Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan disebut juga dengan Deputi III, merupakan unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Bapedal yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bapedal.
 

Tugas Deputi Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan

Dalam Pasal 16 Keppres Nomor 10 Tahun 2000 Tentang Bapedal disebutkan bahwa Deputi Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan mempunyai tugas untuk membantu Kepala Bapedal dalam menyelenggara-kan pengendalian kerusakan lahan dan hutan, kerusakan keanekaragaman dan perlindungan keselamatan hayati, serta kerusakan dan pencemaran pesisir dan laut.
 

Fungsi Deputi Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan

Dalam Pasal 17 Keppres Nomor 10 Tahun 2000 Tentang Bapedal disebutkan bahwa fungsi Deputi Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan adalah sebagai berikut :
  1. perumusan kebijakan teknis di bidang pengendalian kerusakan dan pemulihan kualitas lingkungan hidup;
  2. pelaksanaan pengendalian, pemantauan, pengawasan, dan evaluasi kerusakan lingkungan hidup yang berkaitan dengan kerusakan lahan dan hutan, kerusakan keanekaragaman hayati dan perlindungan keselamatan hayati, serta kerusakan dan pencemaran pesisir dan laut;
  3. pengkoordinasian pelaksanaan pengendalian kerusakan lingkungan hidup;
  4. pelaksanaan tugas lain yang ditetapkan Kepala sesuai dengan bidang tugasnya.

 

Tugas dan Fungsi Deputi Bidang Penaatan Hukum Lingkungan


Deputi Bidang Penaatan Hukum Lingkungan yang disebut juga dengan Deputi IV, merupakan unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Bapedal yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bapedal.

Tugas Deputi Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan

Dalam Pasal 19 Keppres Nomor 10 Tahun 2000 Tentang Bapedal disebutkan bahwa Deputi Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan memiliki tugas untuk membantu Kepala Bapedal dalam menyelenggarakan kegiatan penegakan hukum, penyelesaian sengketa lingkungan, serta koordinasi pengembangan, penerapan, pemantauan, serta evaluasi terhadap perangkat pengelolaan lingkungan yang sifatnya sukarela, teknologi ramah lingkungan, dan analisis mengenai dampak lingkungan.
 

Fungsi Deputi Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan

Dalam Pasal 20 Keppres Nomor 10 Tahun 2000 Tentang Bapedal disebutkan bahwa Deputi Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan mempunyai fungsi-fungsi sebagai berikut:
  1. perumusan kebijakan teknis di bidang penaatan hukum lingkungan dan perangkat manajemen lingkungan;
  2. pengkoordinasian pelaksanaan, pemeriksaan, dan evaluasi teknis di bidang penaatan dan penegakan hukum serta penyelesaian sengketa lingkungan;
  3. pengkoordinasian pengembangan, penerapan, pemantauan, serta evaluasi terhadap perangkat manajemen yang sifatnya sukarela dan teknologi ramah lingkungan;
  4. pengkoordinasian pengembangan, penerapan, pemantauan, pengawasan, dan evaluasi terhadap penerapan analisis mengenai dampak lingkungan;
  5. pelaksanaan tugas lain yang ditetapkan Kepala sesuai dengan bidang tugasnya.

Demikianlah Tugas dan fungsi Bapedal serta tugas dan fungsi Kepala Bapedal, tugas dan fungsi Sekretaris Utama, tugas dan fungsi Deputi I, tugas dan fungsi Deputi II, tugas dan fungsi Deputi III dan tugas dan fungsi Deputi IV. Semoga bermanfaat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel