Tujuan Pembentukan PPKI dan Tugas PPKI

PPKI adalah kependekan dari Panitia Pereiapan Kemerdekaan Indonesia. Kali ini kita akan membahas tentang Tujuan Pembentukan PPKI, Tugas PPKI, Susunan Organisasi PPKI, Anggota PPKI, Jumlah anggota PPKI, Hasil sidang PPKI sampai dengan Pembubaran PPPKI.

Tujuan Pembentukan PPKI dan Tugas PPKI


Baiklah, kita akan mulai terlebih dahulu dengan sejarah pembentukan PPKI

Pembentukan PPKI

Menurut sejarah, sebelum terbentuknya PPKI, terlebih dahulu dibentuk yang nama BPUPKI yaitu Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Badan ini dibentuk Oleh pemerintah Jepang dengan menjanjikan kemerdekaan untuk Indonesia. Badan ini pada akhirnya dibubarkan dan diganti dengan PPKI. Untuk sejarah BPUPKI dan Tugas BPUPKI silahkan baca: Tugas BPUPKI dan Tujuan Dibentuknya BPUPKI.

PPKI dibentuk pada tanggal 7 Agustus 1945 sebagai pengganti dari BPUPKI yang sudah dibubarkan oleh Pemerintahan Jepang. 

Tujuan Pembentukan PPKI

Sebenarnya tujuan pembentukan PPKI tidak jauh berbeda dengan tujuan pembentukan BPUPKI. Jadi tugas sebenarnya PPKI adalah untuk melanjutkan tugas dari BPUPKI yaitu mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.

Untuk lebih jelasnya, tujuan pembentukan PPKI atau yang disebut juga Dokuritsu Junbi Inkai adalah sebagai berikut:
  1. Meneruskan tugas-tugas  BPUPKI dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia;
  2. Mengesahkan Rancangan Undang-Undang Dasar Negara Indonesia yang sebelumnya sudah disusun oleh BPUPKI;
  3. Membuat struktur ketatanegaraan yang sesuai dengan situasi dan kondisi negara;
  4. Menentukan cara yang tepat untuk mendeklarasikan Kemerdekaan Indonesia.


Susunan Organisasi PPKI

Sekarang kita akan membahas tentang Susunan Organisasi PPKI. Dimulai dari anggota PPKI sampai dengan nama-nama anggota PPKI. PPKI ini diketuai oleh Ir. Soekarno dan wakilnya adalah Muhammad Hatta.

Anggota PPKI

Secara defacto atau secara faktanya, Anggota PPKI berjumlah sebanyak 27 orang. 21 orang anggota PPKI merupakan anggota yang resmi dan telah mendapatkan persetujuan dari pemerintahan Jepang. Sedangkan 6 orang lainnya merupakan anggota tambahan yang dimasukkan kedalam PPKI tanpa sepengetahuan pemerintah Jepang.

Bagaimana komposisi keanggotaan PPKI ? Berbeda dengan keanggotaan pada masa BPUPKI, kali ini anggota PPKI diambil juga dari keterwakilan pulau-pulau yang ada di Indonesia, seperti Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, Jawa, dan Sumatera. Beradasarkan jumlah keterwakilan pulau, maka pulau jawa memiliki wakil yang paling banyak yaitu sebanyak 12 orang, diikuti oleh sumatera sebanayk 3 orang, dari Sulawesi sebanyak 2 orang dan yang lainnya hanya sebanyak 1 orang. Selain orang Indonesia asli, ddidalam PPKi juga terdapat satu orang keturunan tionghoa yang mewakili etnis tionghoa.

Adapun nama-nama anggota PPKI adalah Ir. Soekano sebagai ketua, Drs. Muhammad Hatta sebagai wakil ketua, dan sebagai anggota adalah R.P. Soeroso, Prof. Mr. Dr. Soepomo, Soetardjo Kartohadikoesoemo, Radjiman Widyodiningrat, Kyai Abdoel Wahid Hasjim, Otto Iskandardinata, Ki Bagus Hadikusumo, Pageran Soerjohamidjojo, Abdoel Kadir, Teuku Mohammad Hasan, Pangeran Poerbojo, Dr. Ratulangi, Andi Pangerang, Dr. Mohammad Amir, Mr. Abdul Maghfar, A.A. Hamidhan, Mr. Johannes Latuharhary, I Goesti Ketoet Poedjo dan Drs. Yap Tjawan Bing.

Nama-nama tersebut merupakan nama-nama yang mendapatkan persetujuan dari pemerintahan Jepang. Sedangkan nama-nama6 orang yang disusupkan untuk menjadi anggota PPKI tanpa sepengetahuan pemerintah Jepang adalah sebagai berikut:

1. Sajoeti Melik
2. Achmad Soebardjo
3. Ki Hajar Dewantara
4. Kasman Singodimedjo
5. R.A.A. Wiranatakoesoema
6. Iwa Koesoemasoemantri.

Tugas PPKI

Karena PPKI sebenarnya adalah penerus dari BPUPKI, maka sebenarnya tugas PPKI hampir mirip dengan tugas dari BPUPKI yaitu mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Adapun beberapa tugas dari PPKI adalah sebabagai berikut:

1. Meneruskan tugas-tugas  BPUPKI dalam hal mempersiapkan kemerdekaan Indonesia
2. Mengesahkan Rancangan Undang-Undang Dasar Negara Indonesia yang sebelumnya sudah disusun oleh BPUPKI;
3. Membuat struktur ketatanegaraan yang sesuai dengan situasi dan kondisi negara;
4. Menentukan cara yang tepat untuk mendeklarasikan Kemerdekaan Indonesia.
5. Memilih presiden dan wakil presiden Indonesia jika Indonesia mendapatkan kemerdekaan.

Hasil Persidangan PPKI dan Waktu Persidangan PPKI

Hasil Sidang PPKI

PPKI melaksanakan sidang sebanyak 3 kali yaitu pada tanggal 18 Agustus 1945, tanggal pada 19 Agustus 1945 dan pada tanggal 22 Agustus 1945.

Hasil Sidang PPKI Pertama pada tanggal 18 Agustus 1945


  1. Mengesahkan Undang-Undang Dasar 1945 serta pembukaannya;
  2. Mengganti sila yang pertama pada pancasila yaitu ‘Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya’ dengan kalimat yang lebih general dan lebih menggambarkan keberagaman agama yang ada di Indonesia yaitu ‘Ketuhanan yang Maha Esa’ Menetapkan Presiden dan wakil Presiden Republik Indonesia;
  3. Membentuk sebuah komite nasional.


Hasil Sidang PPKI Kedua pada tanggal 19 Agustus 1945

Pada siang kedua ini, PPKI meghasilkan beberapa keputusan yaitu sebagai berikut: 
  1. Menetapkan 8 buah propinsi sebagai bagian dari Indonesia yaitu propinsi Sumatra, propinsi Jawa Barat, propinsi Jawa Tengah, propinsi Jawa Timur, propinsi Sunda Kecil, propinsi Maluku, propinsi Sulawesi dan propinsi Kalimantan;
  2. Memilih dan menunjuk 12 orang untuk menjadi menteri dalam kabinet pertama Republik Indonesia untuk memimpin 12 departemen yaitu departemen pengajaran, departemen pekerjaan umum, departemen dalam negeri, departemen luar negeri, departemen kemakmuran, departemen kesehatan, departemen sosial, departemen kehakiman, departemen perhubungan, departemen keuangan, departemen penerangan dan departemen keamanan rakyat;
  3. Membentuk sebuah komite nasional daerah;
  4. Membentuk Tentara Rakyat Indonesia (TRI) yang berasal dari Peta dan Heiho;
  5. Memasukkan kepolisian kedalam departemen dalam negeri.


Hasil Sidang PPKI Ketiga pada tanggal 20 Agustus 1945

Pada sidang ketiga ini, PPKI membentuk 1 partai sebagai bentuk demokrasi yang dijalankan di negara Republik Indonesia yaitu Partai Nasional Indonesia (PNI) dan selanjutnya juga dibentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR).

Pembubaran PPKI

Sama halnya dengan BPUPKI yang merupakan bentukan pemerintahan Jepang, PPKI juga demikian. Dan untuk menghindari adanya prasangka bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan hadiah Jepang dan adanya ketidak inginan pendiri negara ini jika pemerintahan Indonesia dicampuri oleh Jepang, maka PPKI pun dibubarkan. PPKi dibubarkan pada tanggal 22 Agustus 1945. Setelah pondasi negara ini berdiri dan setelah Indonesia mendapatkan kemerdekaannya yang utuh.

Demikianlah Tujuan Pembentukan PPKI, Tugas PPKI, Susunan Organisasi PPKI, Anggota PPKI, Jumlah anggota PPKI, Hasil sidang PPKI dan Pembubaran PPPKI. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semuanya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel