Uraian Tugas Perekam medis Pelaksana

Kali ini kami akan berbagi tentang Uraian Tugas Perekam medis Pelaksana. Sebelum itu perlu kita ketahui bahwa secara umum Tugas Pokok Perekam medis diatur dalam Peraturan Bersama Menteri Kesehatan dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah Nomor 48 Tahun 2014 dan Nomor 22 Tahun 2014.

Uraian Tugas Perekam medis Pelaksana


Dalam Peraturan Bersama Menteri Kesehatan dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah Nomor 48 Tahun 2014 dan Nomor 22 Tahun 2014 disebutkan bahwa Perekam medis mempunyai tugas pokok untuk Melakukan kegiatan pelayanan rekam medis informasi kesehatan yang meliputi persiapan, pelaksanaan, pelaporan dan evaluasi.

Adapun Uraian Tugas Perekam medis Pelaksana adalah sebagai berikut:

  1. Mengidentifikasi kebutuhan formulir dalam penyusunan SIM rekam medis manual (berbasis kertas) : adalah membuat identifikasi kebutuhan formulir dalam penyusunan SIM rekam medis manual (berbasis kertas);
  2. Mengidentifikasi kebutuhan isi dan data dalam formulir dalam penyusunan SIM rekam medis manual (berbasis kertas) : adalah menentukan butiran data dari tata cara pengisian Rujukan (dengan kode jenis data : misal ketik angka 1 akan muncul data jenis kelamin laki-laki, ketik 2 perempuan);
  3. Mengklasifikasi kegiatan pelayanan dalam rangka penyusunan alur pembentukan SIM rekam medis (manual) : adalah mengelompokkan kegiatan pelayanan rumah sakit seperti Rawat Jalan, gawat darurat dan rawat inap yang terkait dengan alur rekam medis;
  4. Merancang alur kegiatan pelayanan dalam rangka penyusunan alur pembentukan SIM rekam medis (manual) : adalah membuat pola alur kegiatan pelayanan sesuai dengan alur rekam medisnya;
  5. Mengidentifikasi informasi yang dibutuhkan sebagai dasar pengambilan keputusan baik internal maupun eksternal : adalah mengelompokkan kegiatan pelayanan rumah sakit seperti Rawat Jalan, gawat darurat dan rawat inap yang terkait dengan alur rekam medis;
  6. Melakukan wawancara untuk mengisi identitas pribadi data sosial pasien rawat jalan dalam rangka pelaksanaan rekam medis di tempat penerimaan pasien baru dan lama rawat jalan : adalah memperoleh informasi data sosial / jati diri pasien baik melalui metode wawancara, atau mengisi formulir oleh pihak pasien;
  7. Membuat dan memutakhirkan Kartu Indeks Utama Pasien (KIUP) rawat jalan dalam rangka pelaksanaan rekam medis di tempat penerimaan pasien baru dan lama rawat jalan : adalah mencatat data sosial / jati diri pasien ke dalam Kartu Indeks Utama Pasien dan memutakhirkan KIUP apabila pasien lama berubah datanya;
  8. Melakukan wawancara untuk mengisi identitas pribadi data sosial pasien rawat inap dan menginformasikan ke ruang perawatan dalam rangka pelaksanaan rekam medis di tempat penerimaan pasien baru dan lama rawat inap : adalah mendapatkan informasi data sosial / jati diri pasien baik melalui metode wawancara, atau mengisi formulir oleh pihak pasien yang akan dirawat dan berkomunikasi dengan perawat ruangan untuk menyiapkan segala sesuatunya sehubungan dengan pasien (baru) yang akan masuk rawat;
  9. Menyiapkan rekam medis rawat inap serta meminta rekam medis rawat inap kepada petugas rekam medis bagian penyimpanan dalam rangka pelaksanaan rekam medis di tempat penerimaan pasien baru  dan lama rawat inap : adalah meminta nomor rekam medis untuk dicatat lalu petugas tempat penerimaan pasien meminta rekam medis rawat jalan melalui telepon;
  10. Membuat, menyimpan dan memutakhirkan Kartu Kendali (KK) dalam rangka pelaksanaan rekam medis di tempat penerimaan pasien baru  dan lama rawat inap : adalah kegiatan yang dibuat sebagai alat monitoring atau kartu kendali keberadaan rekam medis yang digunakan baik ke rawat jalan maupun ke rawat inap;
  11. Mengisi buku registrasi pendaftaran pasien rawat jalan melalui pencatatan/registrasi pasien : adalah pencatatan data pasien rawat jalan yang dapat digunakan sebagai data sensus harian untuk pelaporan rawat jalan;
  12. Membuat dan memutakhirkan KIUP rawat jalan melalui pencatatan/registrasi pasien : adalah mencatat data sosial / jatidiri pasien ke dalam kartu indeks utama pasien dan memutakhirkan KIUP apabila pasien lama berubah datanya;
  13. Membuat dan memutakhirkan Indeks Utama Pasien (IUP) rawat jalan melalui pencatatan/registrasi pasien : adalah mencatat data sosial / jatidiri pasien ke dalam kartu indeks utama pasien dan memutakhirkan IUP apabila pasien lama berubah datanya;
  14. Membuat indeks penyakit, indeks tindakan medis dan indeks dokter pasien rawat jalan melalui pencatatan/registrasi pasien : mencatat semua rekam medis pasien pulang rawat jalan  dengan jenis data yang diperlukan untuk indeks penyakit, tindakan medis dan indeks dokter;
  15. Mengisi buku registrasi pendaftaran pasien rawat inap melalui pencatatan/registrasi pasien : adalah mencatat data pasien sesuai jenis data yang diperlukan dari buku registrasi pendaftaran pasien rawat inap;
  16. Membuat dan memutakhirkan KIUP rawat inap pencatatan/registrasi pasien : adalah mencatat data sosial / jatidiri pasien ke dalam kartu indeks utama pasien dan memutakhirkan KIUP apabila pasien lama berubah datanya;
  17. Membuat dan memutakhirkan IUP rawat inap melalui pencatatan/registrasi pasien : adalah mencatat data sosial / jatidiri pasien ke dalam kartu indeks utama pasien dan memutakhirkan IUP apabila pasien lama berubah datanya;
  18. Membuat indeks penyakit, indeks tindakan medis dan indeks dokter pasien rawat inap melalui pencatatan/registrasi pasien : mencatat semua rekam medis pasien pulang rawat inap dengan jenis data yang diperlukan untuk indeks penyakit, tindakan medis dan indeks dokter;
  19. Menerima data rekam medis dalam rangka asembling rekam medis rawat jalan berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada : adalah menerima rekam medis pasien pulang rawat jalan;
  20. Mencatat buku ekspedisi dalam rangka asembling rekam medis rawat jalan berdasarkan SOP yang ada : adalah membuat catatan pada buku ekspedisi penerimaan ketika menerima rekam medis pasien selesai rawat jalan;
  21. Menyeleksi rekam medis incompleted dalam rangka asembling rekam medis rawat jalan berdasarkan SOP yang ada : adalah menelaah rekam medis untuk memproleh fakta ketidaklengkapan rekam medis baik berupa tulisan dokter maupun lembar lepas yaitu hasil-hasil pemeriksaan contohnya hasil lab, lembar resep, dll;
  22. Menyisipkan slip lembar kekurangan dalam rangka asembling rekam medis rawat jalan berdasarkan SOP yang ada : adalah memberi slip lembar catatan kekurangan pada halaman depan rekam medis selesai assembling setelah mendapat fakta dari telaahan rekam medis yang tidak lengkap;
  23. Membuat laporan incompleted dalam rangka asembling rekam medis rawat jalan berdasarkan SOP yang ada : adalah membuat laporan rekam medis tidak lengkap berdasarkan jenis data laporan antara lain nomor rekam medis, jenis ketidak lengkapan, nama dokter yang bertanggung jawab melengkapi dan catatan lain yang perlu ditambahkan sebagai laporan;
  24. Menerima data rekam medis dalam rangka asembling rekam medis rawat inap berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada : adalah menerima rekam medis pasien pulang rawat inap;
  25. Mencatat buku ekspedisi dalam rangka asembling rekam medis rawat inap berdasarkan SOP yang ada : adalah membuat catatan pada buku ekspedisi penerimaan ketika menerima rekam medis pasien selesai rawat inap;
  26. Mengidentifikasi data dalam rangka penyusunan katalog jenis formulir rekam medis secara manual : adalah membuat ketentuan data yang akan dilakukan analisa kuantitatif seperti nomor rekam medis, jenis data yang tidak lengkap (misalnya resume, hasil operasi, diagnosa/tindakan medis, dll) secara manual;
  27. Mengklasifikasi data dalam rangka penyusunan katalog jenis formulir rekam medis secara manual : adalah melakukan klarifikasi data analisa kuantitatif rekam medis secara manual apabila diperlukan atau ada yang meragukan;
  28. Mengolah data katalog jenis formulir rekam medis secara manual dalam rangka penyusunan  katalog jenis formulir rekam medis secara manual : adalah membuat olahan data analisa kuantitatif rekam medis secara manual dengan cara mengumpulkan data lalu membuat grafik agar dapat diinterpretasikan dalam suatu laporan;
  29. Membuat laporan data katalog catatan mutu formulir rekam medis secara manual : adalah membuat laporan data  untuk katalog jenis formulir rekam medis secara manual;
  30. Memasukkan data demografi pasien, kode diagnosa dan tindakan medis pasien rawat jalan ke dalam soft ware case mix : adalah mengolah data casemix yaitu entry data demografi pasien, kode diagnose dan tindakan medis pasien rawat jalan ke dalam soft ware;
  31. Memasukkan data demografi pasien, kode diagnosa dan tindakan medis pasien rawat inap ke dalam soft ware case mix : adalah mengolah data casemix yaitu entry data demografi pasien, kode diagnose dan tindakan medis pasien rawat inap ke dalam soft ware;
  32. Memproses grouping untuk menentukan tarif case mix : adalah mengolah data casemix dengan membuat grouping dalam menentukan tarif casemix;
  33. Menyiapkan dan menyerahkan laporan hasil grouping dalam bentuk txt ke bagian akuntansi untuk diverifikasi internal : adalah mengolah data casemix dengan menyiapkan dan menyerahkan laporan hasil grouping dalam bentuk txt ke bagian akuntansi untuk verifikasi internal;
  34. Menerima kembali berkas klaim / file txt  hasil koreksi dari bagian akuntansi ; adalah menerima kembali berkas klaim / file txt   hasil koreksi dari bagian akuntansi rumah sakit dalam proses mengolah data casemix;
  35. Melakukan input ulang hasil koreksi ke dalam software case mix : adalah melakukan input ulang hasil koreksi ke dalam software case mix;
  36. Menyortir rekam medis rawat jalan dalam rangka penyimpanan rekam medis : adalah melakukan pemilahan rekam medis rawat jalan per nomor kelompok terminal digit numbering system  sebelum masuk ke dalam roll o’pack / rak statis;
  37. Menyimpan rekam medis rawat jalan dan menjaga agar penyimpanan rekam medis aman, rahasia, tidak dapat diakses oleh orang yang tidak berkepentingan : adalah melakukan penjajaran berdasarkan sistem penyimpanan terminal digit numbering medis rawat jalan dan menjaga agar penyimpanan rekam medis aman, rahasia, tidak dapat diakses oleh orang yang tidak berhak seperti menjaga dari orang yang merokok dalam rak penyimpanan rekam medis, menjaga rekam medis dari serangga, kecoa, tikus, dll;
  38. Menyimpan rekam medis rawat jalan inaktif yang bernilai guna dengan media tertentu : adalah menyimpan rekam medis rawat jalan inaktif yang masih mempunyai nilai guna dengan media tertentu (misal : scanning rekam medis atau media elektronik lainnya) atas instruksi;
  39. Menyeleksi rekam medi yang akan disusutkan dalam rangka proses retensi : adalah menseleksi rekam medis yang akan disusutkan dengan memilah dan memindahkan rekam medis dari rak aktif ke rak inaktif;
  40. Membuat daftar pertelaan rekam medis yang akan disusutkan : adalah membuat daftar pertelaan rekam medis yang akan disusutkan dengan cara mendaftar rekam medis yang akan disusutkan;
  41. Mendistribusikan rekam medis ke unit terkait : adalah menyampaikan rekam medis ke unit terkait, baik dengan menggendong rekam medis atau  menggunakan alat distribusi;
  42. Mengumpulkan data untuk penyusunan laporan cakupan pelayanan pada sarana pelayanan kesehatan : adalah mengumpulkan data untuk aporan cakupan pelayanan pada sarana pelayanan kesehatan seperti data wilayah pasien / jaminan pembayaran pasien / pekerjaan pasien / pendidikan pasien yang dapat digunakan oleh pemasaran / profil / keperluan lain;
  43. Mengumpulkan data penyakit dan tindakan medis untuk penyusunan laporan morbiditas dan mortalitas pasien rawat inap : adalah mengumpulkan data penyakit dan tindakan medis untuk bahan laporan morbiditas pasien rawat inap;
  44. Mengumpulkan data penyakit menular untuk penyusunan laporan morbiditas dan mortalitas pasien rawat jalan : adalah mengumpulkan data penyakit menular untuk laporan morbiditas pasien rawat jalan;
  45. Menghitung angka ketidaklengkapan pengisian informed consent : adalah membuat rekapitulasi jumlah kelengkapan dan ketidaklengkapan pengisian informed consent;
  46. Mengidentifikasi data formulir analisis mutu sistem pengembalian berkas rekam medis : adalah mengidentifikasi data formulir dalam  analisis mutu sistem pengembalian berkas rekam medis manual;
  47. Mengumpulkan data analisis mutu sistem pengembalian berkas rekam medis : adalah mengumpulkan data dalam  analisis mutu sistem pengembalian berkas rekam medis manual;
  48. Mengidentifikasi keabsahan data rekam medis secara manual dalam rangka evaluasi rekam medis pasien rawat inap : adalah mengidentifikasi keabsahan data rekam medis secara manual dalam evaluasi keabsahan data rekam medis pasien rawat inap;
  49. Mengobservasi data pada setiap lembaran rekam medis dalam rangka evaluasi keabsahan data : adalah mengobservasi data rekam medis secara manual dalam evaluasi keabsahan data rekam medis pasien rawat inap.


Demikianlah Uraian Tugas Perekam medis Pelaksana. Semoga bermanfaat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel