Tugas Wakasek Kesiswaan

Tugas Wakasek KesiswaanTugas Pokok Wakasek Kesiswaan adalah membantu Kepala Sekolah dalam hal menangani masalah kesiswaan. Sebelumnya kita sudah membahas tentang tugas Wakasek Kurikulum. Nah kali ini kita akan membahas tentang uraian Tugas Wakasek Kesiswaan.

Tugas Wakasek Kesiswaan


Dalam mengelola kesiswaan, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan atau wakasek kesiswaan membantu kepala sekolah dalam beberapa hal, yaitu:
a. Melaksanakan penerimaan siswa baru
1) Merumuskan sistem penerimaan siswa baru sesuai acuan yang berlaku
2) Membentuk tim penerimaan siswa baru sesuai kebutuhan mengkoordinasikan pelaksanaan penerimaan siswa baru

b. Mengembangkan potensi siwa sesuai minat, bakat, kreativitas dan kemampuan
1) Mengembangkan sistem pengembangan potensi siswa sesuai minat, bakat, dan kemampuan siswa
2) Mengkoordinasikan pelaksanaan pengembangan minat, bakat, dan kemampuan siswa.

c. Menerapkan sistem bimbingan dan konseling
1) Mengembangkan sistem bimbingan dan konseling sesuai program pengembangan siswa
2) Mengkoordinasikan sistem bimbingan dan konseling
3) Mengevaluasi pelaksanaan bimbingan dan konseling
4) Mengkoordinasikan penempatan siswa dan studi lanjutan
5) Mengkoordinasikan pengawasan siswa

d. Menerapkan sistem pelaporan perkembangan siswa
1) Mengidentifikasi sistem pelaporan perkembangan siswa sesuai aturan yang berlaku
2) Mengumpulkan dan menganalisis data perkembangan siswa kepada pihak-pihak terkait 

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa seorang wakil kepala sekolah bidang kesiswaan atau waka kesiswaan mempunyai tugas dalam mengatur administrasi kesiswaan. Administrasi kesiswaan itu sendiri adalah merupakan suatu penataan atau pengaturan segala aktivitas yang berkaitan dengan siswa, yaitu mulai dari masuknya siswa sampai dengan keluarnya siswa tersebut dari suatu sekolah atau suatu lembaga.

Dalam buku Pengantar Operasional Administrasi Pendidikan, disebutkan bahwa jenis-jenis kegiatan dalam administrasi kesiswaan adalah sebagai berikut:

a. Penerimaan siswa baru
Penerimaan siswa baru merupakan suatu aktivitas yang dilakukan pertama-tama di dalam suatu lembaga pendidikan. Oleh karena itu di dalam penerimaan siswa baru ini harus dilakukan pengelolaan sedemikian rupa sehingga kegiatan belajar mengajar sudah dapat dimulai dihari-hari pertama tahun ajaran baru.

b. Pembagian siswa dalam kelompok belajar (kelas)
Pengelompokan siswa yang dilaksanakan pada sekolah kita pada saat ini sebagian besar mengelompokkan siswa berdasarkan sistem kelas. Di Sekolah Dasar ada 6 pengelompokan kelas. Sedangkan pada Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama dan Tingkat Atas, baik sekolah umum maupun kejuruan ada 3 pengelompokan kelas dan diberikan pelajaran dengan sistem klasikal.

Akan tetapi lain halnya dengan negara yang telah maju, di bidang pendidikan umumnya telah menggunakan sistem pengelompokan yang telah sempurna, di mana istilah tersebut sering kita dengar dengan istilah : Micro Teaching.

c. Kepenasehatan siswa
Masalah kepenasehatan itu umumnya belum dikenal oleh sekolah-sekolah, sehingga sering menimbulkan pertanyaan, apakah kepenasehatan itu Padahal sebenarnya masalah kepenasehatan ini sangat perlu, karena yang berhubungan langsung dengan siswa di mana banyak menghadapi problem. Kadang-kadang ada siswa yang sedang mempunyai problem yang cara pemecahan itu dengan jalan negatif sehingga hasilnya tidak menguntungkan, bahkan merugikan baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain, dan bahkan masyarakat akhir-akhir ini tidak jarang kita jumpai dan kita dengar masalah-masalah kenakalan remaja itu berstatus siswa. Oleh sebab itu kiranya perlu sekali adanya kepenasehatan ini karena demi dapat menyelesaikan studinya secara efektif dan efisien sesuai dengan minat dan kemampuan siswa mengerti dan mengenal dirinya sendiri.

d. Bimbingan dan penyuluhan
Dalam pelaksanaan proses pendidikan di sekolah-sekolah tujuannya adalah untuk mencapai perkembangan yang seoptimal mungkin. Dalam mencapai tujuan tersebut perlu melibatkan tiga komponen pokok yaitu:

1) Program kurikuler yang baik
2) Administasi pendidikan yang lancer
3) Pelayanan bimbingan yang lancar, terarah di samping sarana dan prasarana yang memadai

e. Pengaturan program kurikuler
Tujuan anak belajar adalah untuk mendapatkan bermacam-macam pengalaman belajar, untuk bekal kehidupannya dimasa yang akan datang. Sebagaimana untuk mendapatkan pengetahuanpengetahuan atau melaksanakan bermacam-macam kegiatan. Kegiatan yang dimaksud adalah kegiatan yang berupa kegiatan kurikuler dan kegiatan ekstrakurikuler

f. Kehadiran dan ketidak-hadiran di sekolah
Untuk menjaga ketertiban dan sekaligus untuk mengontrol keaktifan siswa dalam mengikut-sertakan proses belajar mengajar, dalam hal ini dapat dilakukan oleh guru kelas. Biasanya untuk Sekolah dasar dilakukan absensi sampai 2 kali sehari, tetapi untuk sekolah lanjutan atas presensi ini dilakukan setiap jam pelajaran. Hal ini dilakukan untuk menjaga supaya siswa jangan sampai masuk pada jam pertama, kedua maupun pada jam terakhir saja, hal ini bisa terjadi pada siswa-siswa yang bandel.

g. Tata tertib sekolah
Tiap sekolah atau lembaga pendidikan secara mutlak perlu adanya tata tertib sekolah. Ketertiban adalah bukanlah tujuan atau sarana untuk mencapai tujuan pendidikan dan pengajaran. Yang dimaksud dengan tata tertib sekolah ialah ketentuan-ketentuan yang mengatur kehidupan sekolah sehari-hari yang mengandung sanksi sanksi terhadap pelanggarannya.

Demikianlah Tugas Wakasek Kesiswaan. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel